Masjid Agung Pondok Tinggi

Mesjid ini dibangun secara bergotong royong oleh masyarakat Dusun Pondok Tinggi yang pembangunannya dimulai pada hari Rabu tanggal 1 Juni 1874 dengan dinding terbuat dari anyaman bambu dan pada tahun 1890 dindingnya diganti dengan kayu yang berukir bermotif berbagai bangsa, Persia, Romawi, Mesir dan motif lokal yang hingga sekarang tetap dipertahankan. Pembangunan Masjid ini selesai secara permanen pada tahun 1902.

Keunikan dari masjid ini adalah arsitektur bangunannya dengan mengikuti model arsitektur dari masjid masa lampau di Nusantara dengan ciri atap berbentuk tumpang berlapis tiga yang bagi masyarakat Kerinci mengandung 3 filosofi hidup yang dijalankan dalam kehidupan sehari – hari.

Tinggi bangunan dari lantai dasar hingga puncak atap kurang lebih 100 kaki (30,5 meter) yang ditopang oleh 36 tiang besar. Masjid ini memiliki daya tampung 2000 jamaah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 374 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: