<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>NR&#039;s</title>
	<atom:link href="http://harimaukerinci.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harimaukerinci.wordpress.com</link>
	<description>setitik menjadi lautan , sekepal menjadi gunung</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Apr 2010 20:25:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='harimaukerinci.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>NR&#039;s</title>
		<link>http://harimaukerinci.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://harimaukerinci.wordpress.com/osd.xml" title="NR&#039;s" />
	<atom:link rel='hub' href='http://harimaukerinci.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kerajaan Koying (Kerajaan di Ranah Kerinci)</title>
		<link>http://harimaukerinci.wordpress.com/2009/11/04/kerajaan-koying-kerajaan-di-ranah-kerinci/</link>
		<comments>http://harimaukerinci.wordpress.com/2009/11/04/kerajaan-koying-kerajaan-di-ranah-kerinci/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 06:44:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NR's</dc:creator>
				<category><![CDATA[DERMAGA (depati VII, air hangat timur, air hangat)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harimaukerinci.wordpress.com/2009/11/04/kerajaan-koying-kerajaan-di-ranah-kerinci/</guid>
		<description><![CDATA[Keberadaan Kerajaan Koying Ada catatan yang dibuat oleh K’ang-tai dan Wan-chen dari wangsa Wu (222-208) tentang adanya negeri Koying. Tentang negeri ini juga dimuat dalam ensiklopedia T’ung-tien yang ditulis oleh Tu-yu (375-812) dan disalin oleh Ma-tu-an-lin dalam ensiklopedia Wen-hsien-t’ung-k’ao (Wolters 1967: 51). Diterangkan bahwa di kerajaan Koying terdapat gunung api da kedudukannya 5.000 li di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harimaukerinci.wordpress.com&amp;blog=10265692&amp;post=12&amp;subd=harimaukerinci&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keberadaan Kerajaan Koying</p>
<p>Ada catatan yang dibuat oleh K’ang-tai dan Wan-chen dari wangsa Wu (222-208) tentang adanya negeri Koying. Tentang negeri ini juga dimuat dalam ensiklopedia T’ung-tien yang ditulis oleh Tu-yu (375-812) dan disalin oleh Ma-tu-an-lin dalam ensiklopedia Wen-hsien-t’ung-k’ao (Wolters 1967: 51). Diterangkan bahwa di kerajaan Koying terdapat gunung api da kedudukannya 5.000 li di timur Chu-po. Di utara Koying ada gunung api dan di sebelah selatannya ada sebuah teluk bernama Wen. Dalam teluk itu ada pulau bernama P’u-lei atau Pulau. Penduduk yang mendiami pulau itu semuanya telanjang bulat, lelaki maupun perempuan, denga kulit berwarna hitam kelam, giginya putih-putih dan matanya merah. Mereka melakukan dagan tukar menukar arang atau barter dengan para penumpang kapal yang mau berlabuh di Koying seperti ayam dan babi serta bebuahan yang mereka tukarkan dengan berbagai benda logam. Melihat warna kulitnya kemungkinan besar penduduk P’u-lei itu bukan termasuk rumpun Proto-Negrito atau Melayu Tua yang sebelumnya menghuni daratan Sumatera.</p>
<p>Menurut catatan Cina yang lain lokasi Koying diperkirakan di Indonesia Barat ataupun di Semenanjung Malaka. Jika lokasinya memang di wilayah tersebut akhir itu pasti hal demikian tidak mungkin karena dilakporkan bahwa Koying merupakan sebuah negeri dengan banyak gunung api sedan di Semananjung Malaka tidak ada gunung api. Jika kedudukannya di Indonesia Barat, yakni di Kalimantan, Jawa atau Sumatera, di pulau tersebut pertama juga tidak ada gunung api. Kalau negeri itu kedudukannya dianggap di Jawa juga sukar untuk diterima mengingat dengan demikian negeri itu harus berada di selatan gunung api bersangkutan yakni misalnya di Pegunungan Selatan Jawa. Kalau Koying dicoba ditempatkan si sebelah timur pulau Jawa, hal itu juga tidak mungkin karena wilayah itu tidak disebut-sebut dalam catatan Cina, dan besar kemungkinan memang belum dikenal oleh mereka.</p>
<p>Menurut data Cina Koying memuliki pelabuhan dan telah aktif mengadakan perdagangan, terutama dengan berbagai daerah di bagian barat Sumatera. Catatan Cina tentang hal itu didapatkan dari sumber India dan Funan (Vietnam) karena pengiriman perutusan ke dan perdagangan langsung dengan Cina belum dilakukan. Dilaporkan selanjutnya bahwa Koying berpenduduk sangat banyak dan menghasilkan mutiara, emas, perak, batu giok, batu kristal dan pinang. Dari aktifnya perdagangan rasanya sangat sukar untuk menerima pantai selatan Jawa sebagai kedudukan Koying. Namun dapat ditambahkan selain Koying telah melakukan perdagangan dalam abad ke 3 M juga di Pasemah wilayah Sumatera Selatan dan Ranau wilayah Lampung telah ditemukan petunjuk adanya aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh Tonkin atau Tongkin, Ton-king dan Vietnam atau Fu-nan dalam abad itu juga. Malahan kermaik hasil zaman dinasti Han (abad ke 2 SM sampai abad ke 2 M) di temukan di wilayah Sumatera tertentu (Ridho, 1979).</p>
<p>Adanya kemungkinan penyebaran berbagai negeri di Sumatera Tengah hingga Palembang di Selatan dan Sungai Tungkal di utara digambarkan oleh Obdeyn (1942), namun dalam gambar itu kedudukan negeri Koying tidak ada. Jika benar Koying berada di sebelah timur Tupo atau Thu-po, Tchu-po, Chu-po dan kedudukannya di muara pertemuan dua sungai, maka ada dua tempat yang demikian yakni Muara Sabak Zabaq, Djaba, Djawa, Jawa dan Muara Tembesi atau Fo-ts’i, San-fo-tsi’, Fo-che, Che-li-fo-che sebelum seroang sampai di Jambi Tchan-pie, Sanfin, Malayur, Moloyu, Malalyu. Dengan demikian seolah-olah perpindahan Kerajaan Malayu Kuno pra-Sriwijaya bergeser dari arah barat ke timur mengikuti pendangkalan Teluk Wen yang disebabkan oleh sedimen terbawa oleh sungai terutama Batang Tembesi. Interaksi dagang yang terjadi secara langsung dan ada pula melalui perantaraan pihak ketiga. Hubungan dagang secara langsung terjadi dalam perdagangan dengan negeri-negeri diluar di sekitar Teluk Wen dan Selat Malaka maka besar kemungkinan negeri Koying berada di sekitar Alam Kerinci.</p>
<p>Adanya kontak atau hubungan antar negeri dapat dilihat dari bukti-bukti peninggalan sejarah kuno di Kerinci berupa barang-barang keramik yang berasal dari zaman Dinasti Han di Cina (202 SM s.d 221 M), barang-barang tersebut berupa guci terbuka, guci tertutup, mangkuk bergagang dan wada berkaki tiga tempat penyimpanan abu jenazah. Benda-benda keramik yang telah ditemukan kelihatannya bukan barang kebutuhan sehari-hari, melainkan barang-barang yang sering digunakan untuk upacara sakral bagi keperluan wadah persembahan.</p>
<p>Penemuan benda-benda yang berasal dari negeri Cina sebagaimana diungkapkan di atas, menunjukkan adanya jalur perdagangan atau kontak dagang baik secara langsung maupun tidak langsung antara penduduk negeri Koying dengan penduduk dari daratan negeri Cina. Kontak dagang masa silam antara negeri Cina dengan kerajaan di Alam Malayu menurut catatan geografi kepustakaan Dinasti Han telah berlangsung sejak pemerintahan Kaisar Wu Di. Tentang catatan geografi ini dikemukakan oleh Wan Hashim Wan Teh (1997: 96) sebagai berikut:</p>
<p>“Dalam Geografi Kepustakaan Dinasti Han Han Shu Di Li Zhi terdapat catatan yang mengatakan bahwa semenjak pemerintahan Kaisar Wu Di (140 SM – 87 SM) sudah terdapat hubungan resmi antara Dinasti Han dengansebuah kerajaan di Jawa atau Sumatera bernana Diao Bian atau bahasa Cina atau Dewavarman. Hubungan kerajaan Cina dengan kerajaan Alam Malayu pada awal kurun Masehi tersebut mempunyai kepentingan perdangan, membeli mutiara, batu-batu permata, barang-barang antik, emas dan bermacam kain sutra”</p>
<p>Melihat pada komoditas perdagangan sebagaimana yang disebutkan dalam catatan geografi kepustakaan di atas, ternyata sebagian besar dari komoditas tersebut dihasilkan oleh negeri yang berada di Alam Kerinci atau salah satu negeri di pusat Alam Melayu. Di negeri ini sejak zaman prasejarah telah dikenal menghasilkan barang-barang dagang tersebut. Oleh sebab itu besar dugaan bahwa penduduk negeri ini telah menjual barang-barang tersebut ke negeri tetangganya yaitu Kerajaan Javadwipa. Selanjutnya Kerajaan Javadwipa yang merupakan salah satu kerajaan maritime di kawasan nusantara pada waktu itu, lalu mengekspor barang-barang tersebut ke negeri Cina.</p>
<p>Atas dasar bukti-bukti peninggalan sejarah yang ditemukan menunjukkan pula bahwa negeri Koying yang pusat intinya di Alam Kerinci telah aktif melakukan kontak dagang dengan negeri luar. Barang-barang tersebut kemudian mereka tukar dengan barang yang dibutuhkan oleh pedagang dari luar yang dibawa para pedagang negeri luar yang berlabuh di Teluk Wen, seperti benda-benda keramik, manik-manik, sutera dan benda-benda perhiasan lainnya.<br />
[sunting] Ensiklopedia negeri Cina</p>
<p>Salah satu catatan sejarah penting yang mengungkapkan tentang Alam Kerinci tertulis dalam ensiklopedia yang terdapat di negeri Cina. Ensklopedi ini secara tegas memang tidak menyebutkan Alam Kerinci, namun daerah yang dimaksud berdasarkan ciri-ciri yang dikemukakan mempunyai kemiripan yang sangat dekat. Pengungkapan ciri-ciri ini dapat dipahami mengingat daerah tersebut belum diketahui namanya, disamping itu kesulitan para pedagang Cina untuk menyebut dengan benar kata Kerinci, sehingga hanya mampu menyebutnya sebagai Koying.</p>
<p>Informasi negeri Cina yang menyebutkan ciri-ciri keberadaan suatu daerah di pusat inti Melayu pada pergunungan Bukit Barisan dikemukakan S. Sartono (1992), bahwa pada wilayah Provinsi Jambi pernah ada 3 (tiga) kerajaan Melayu Kuno pra-Sriwijaya yang sering disebut-sebut dalam catatan Cina. Ketiga kerajaan itu adalah Koying (abad ke 3 Masehi), Tupo (abad ke 3 Masehi) dan Kuntala (abad ke 5 Masehi).</p>
<p>Atas dasar bukti-bukti peninggalan sejarah yang ditemukan menunjukkan pula bahwa negeri Koying telah aktif melakukan kontak dagang dengan negeri luar. Barang-barang tersebut kemudian mereka tukar dengan barang yang dibutuhkan oleh pedagang dari luar yang diawa para pedagang negeri luar yang berlabuh di Teluk Wen, seperti benda-benda keramik, manik-manik, sutera dan benda-benda perhiasan lainnya.</p>
<p>Pedagang dari negeri luar yang singga di pelabuhan Teluk Wen adalah para pedagang dari India Funan dan dari Kerajaan Javadwipa. Melalui perantara para pedagang ini barang-barang yang dihasilkan penduduk negeri Koying berterbaran ke manca negara termasuk ke negeri Cina. Demikian pula sebaliknya barang-barang yang mereka bawa dari negeri luar seperti dari negeri Cina terutama barang-barang keramik masuk pula ke negeri Koying.</p>
<p>Setelah satu kerajaan maritime besar merupakan mitra dagang utama negeri Koying, armada dagang kerajaan ini secara berkala menyinggahi pelabuhan Teluk Wen untuk membeli dan kemudian menjualnya ke manca Negara. Melalui hubungan dagang dengan kerajaan Javadwipa telah menyebabkan komoditi negeri Koying menyebar kemana-mana termasuk ke negeri Cina. Demikian pula barang-barang dari negeri luar terutama yang mempunyai hubungan dagang dengan kerajaan Javadwipa masuk pula ke negeri Koying. Hubungan perdagangan secara langsung antara negeri Koying dengan negeri Cina besar dugaan belum pernah terjadi. Kalaupun ada barang-barang perniagaan negeri Cina masuk ke negeri Koying masuk ke negeri Cina, semuanya mealaui perantara armada dagang kerajaan Javadwipa dan para pedagang India dan Funaan yang singgah di pelabuhan Teluk Wen. Belum adanya kontak hubungan langsung antara Koying dengan negeri Cina termuat dalam catatan Cina yang dikemukakan oleh Sartono (1992:6) dimana disebutkan bahwa: Negeri Cina mengetahui bahwa Negeri Koying memiliki pelabuhan dan telah aktif mengadakan perdagangan terutama dengan berbagai daerah di bagian barat Sumatera. Informasi tersebut diperoleh Cina dari sumber India dan Funan (Vietnam) karena pengiriman perutusan dan perdaganganlangsung ke Negeri Koying belum dilakukan. Disebutkan juga bahwa penduduk negeri in berjumlah banyak dan menghasilkan mutiara, perak, batu giok,batu kristal dan pinang.</p>
<p>Merujuk pada informasi di atas, berarti negeri Cina hanya mengetahui keberadaan negeri Koying melalui pedagang kerajaan Javadwipa, India dan Funan. Selain itu, terdapat indikasi bahwa barang-barang perniagaan yang dibawa dari negeri Koying sebagian besar banyak yang dijual ke negeri Cina. Begitu pula sebaliknya barang-barang dari negeri Cina yang dibeli oleh armada dagang Javadwipa, dan para pedagang India dan Funan, dapat diduga pula kebanyakan dijual ke negeri Koying. Mungkin hal inilah yang menyebabkan keberadaan negeri Koying termuat jelas pada berbagai catatan sejarah negeri Cina.</p>
<p>Dalam sebuah tulisan S. Sartono (1992:5 &amp; 7) dikemukakan pula bahwa: Dalam wilayah Jambi ada 3 kerajaan Melayu Kuno pra-Sriwijaya yang seiring disebut dalam catatan Cina yaiut: Koying (abad ke 3), Tupo (abad ke 3) dan Kantoli (Kuntala abad ke 5). Catatan tentang adanya negeri (kerajaan) Koying dibuat oleh K’ang-tai dan Wan-chen dari wangsa Wu (222-280). Selain itu juga dimuat dalam ensklopedi T’ung-tien yang ditulis Tuyu (375-812 M) dan disalin oleh Ma-tu-an-lin kedalam Ensklopedi Wenhxien-t’ung-k’ao (Wolters 1967: 51). Catatan negeri Cina yang dikemukakan di atas menerangkan tentang keberadaan negeri/kerajaan Koying dimana disebutkan ciri wilayahnya teradap banyak gunung api, kedudukannya 5.000 li di timur Chu-po (Tu-po), di daerah ini terdapat banyak sungai yang bermuara ke Teluk Wen, negeri ini berpenduduk banyak dan mendiami pergunungan Bukit Barisan serta penghasil mutiara, emas, perak, batu krisal dan pinang.</p>
<p>Dari catatan negeri Cina yang dikemukakan Wan-Hashim Wan Teh dan S. Sartono, mendukung kuat keberadaan negeri Koying terletak di pusat inti Alam Malayu. Sedangkan daerah Alam Kerinci ini, mulai dari Gunung Kerinci di sebelah utara sampai gunung Masumai di sebelah Selatan pada masa lampau diketahui banyak terdapat gunung api aktif. Sekarang gunung api tersebut sudah tidak dijumpai lagi, karena sebagian sudah padam dan sebagian lagi sudah meletus. Berbagai perubahan memang telah terjadi akibat dari peristiwa alam dan rotasi bumi. Sebagai contoh danau Kerinci, danau Gunung Tujuh, danau Pauh dan lain-lain terbentuk akibat dari letusan gunung api.</p>
<p>Dalam catatan Cina lainnya yang dikemukaan S. Sartono (1992:6) ada yang menyebut lokasi Koying diperkirakan berada di Indonesia Barat ataupun di Semenanjung Malaka. Namun pada daerah Semenanjung Malaka tidak ditemukan gunung api, demikian pula halnya dengan pulau Kalimantan. Kalau kedudukannya dianggap di Pulau Jawa misalnya dipergunungan Selatan Jawa yang terdapat gunungn api, berarti daerah ini berada pada bagian Selatan dari jajaran gunung api Bukit Barisan. Sedangkan kebanyakan sumber Cina menyebutkan negeri Koying berada pada daerah yang banyak gunung api di wilayah pergunungan Bukit Barisan. Selanjutnya, bila negeri Koying tersebut dicoba untuk ditempatkan di sebelah Timur pulau Jawa, kelemahannya tidak satupun wilayah tersebut dinyatakan dalam catatan Cina. Sungguhpun S. Sartono memperkirakan kerajaan Koying telah ada sekitar abad ke tiga masehi, namun catatan negeri Cina menyatakan hubungan perdagangan dengan daerah ini telah berlangsung semenjak sebelum masehi. Selain itu bukti peninggalan sejarah yang ditemukan di daerah ini menunjukkan benda-benda peninggalan sejarah semasa dinasti Han, yakni kekuasaan raja-raja didaratan Cina sebelum masehi.</p>
<p>Berdasarkan hal di atas maka dapat disumpulkan dan diyakini bahwa negeri Koying yang disebutkan dalam beberapa catatan sejarah negeri Cina, tidak lain merupakan sebuah negeri yang keberadaannya terletak di wilayah Alam Kerinci, yaitu daerah yang dihuni oleh suku bangsa Kerinci. Sungguhpun demikian masih terdapat pertanyaan yang perlu dijawab, yaitu: apakah nama Koying tersebut merupakan nama negeri/kerajaan yang diberikan suku bangsa Kerinci pada waktu itu, atau semuah nama yang diberikan oleh bangsa lain? Berdasarkan berbagai catatan peninggalan sejarah yang pernah ditelusuri dan dipelajari terutama dari catatan Tulisan Rencong, incung yang terdapat di Alam Kerinci, sampai saat ini belum ditemukan kata Koying. Oleh sebab itu besar dugaan kata Koying hanya sebutan yang diberikan orang dari negeri Cina kepada sebuah negeri di Alam Kerinci yang merupakan tempat mereka menjual dan memperoleh barang-barang perniagaan. Dugaan ini cukup kuat mengingat secara langsung bangsa Cina disebutkan belum pernah mengunjungi daerah tersebut, baik mengirim perutusan secara resmi, apalagi melakukan perdagangan secara langsung. Mereka hanya mengetahui daerah tersebut dari mitra dagangnya yaitu bangsa India dan Fungan yang telah sering berniaga ke sana. Namun yang jelas, di wilayah Alam Kerinci sebelum atau sekitar permulaan abad masehi telah terdapat sebuah pemerintahan berdaulat yang diakui keberadaanya oleh negeri Cina yang disebut dengan negeri Koying atau kerajaan Koying.<br />
[sunting] Berakhirnya kerajaan Koying</p>
<p>Keberadaan Koying yang pernah dikenal di manca negea sampai abad ke 5 M sudah tidak kedengaran lagi. Diperkirakan setelah Koying melepaskan kekuasaanya ata kerajaan Kuntala, kejayaan pemerintahan Koying secara perlahan-lahan menghilang. Koying yang selama ini tersohor sebagai salah satu negara nusantara pemasok komoditi perdagangan manca negara sudah tidak disebut-sebut lagi. Keadaan seperti ini sebenarnya tidak dialami Koying saja, karena kerajaan lain pun yang pernah jaya semasa itu banyak pula yang mengalami nasib yang sama. Kerajaan Javadwipa yang tersohor, akhirnya juga tenggelam secara tidak menentu. Dari berbagai literature dapat dipelajari, bahwa keberadaan suatu pemerintahan atau kerajaan yang telah ratusan tahun lamanya, suatu ketika akan mengalami masa kemunduran dan kemudianbahkan lenyap sama sekali. Penyebabnya bias karena factor dari dalam seperti: perubutan kuasaaan, hilangnya pengaruh terhadap wialyah kerajaan yang sudah sangat luas, terjadinya pemberontakan rakyat karena ingin memisahkan diri, atau sebalinyak disebabkan faktor dari luar seperti: ditaklukan kerajaan lain dan lenyap karena terjadinya bencana alam yang dahsyat. Namun demikian, biasanya setelah lenyapnya suatu kerajaan, maka akan muncul pemerintahan baru atau kerajaan baru sebagai penggantinya.</p>
<p>Besar dugaan menghilangnya Koying secara perlahan-lahan dikarenakan sudah tidak mampu lagi mengayomi wilayahnya yang sudah semakin luas akibat berkembangnya pusat-pusat negeri baru yang semakin banyak. Menyebarnya pusat-pusat pemukiman telah melemahkan kendali pemerinthan Koying terutama dalam mengatur dan mengontrol keberadaan negeri-negeri baru yang tersebar dalam wilayah kekuasaanya. Ketidakmampuan ini bisa dikarenakan faktor jarak antara pusat-pusat pertumbuhan negeri baru dengan pusat pemerintahan Koying berada dalam radius yang jauh. Selain itu, antara pusat-pusat pertumbuhan pemukiman baru tersebut hanya bisa dijangkau dengan menempuh jalan pintas melalui hutan belantara. Kondisi alamiah itu telah menyebabkan hubungan pemerintahan menjadi sulit berjalan baik. Kemunikasi antara penyelenggara pemerintahan dan masyarakat pada pusat-pusat pemukiman baru dengan negeri asalnya sebagai pusat pengendalian pemerintahan menjadi renggang.</p>
<p>Penduduk pada banyak negeri-negeri baru sebenarnya juga berasal dari komunitas yang sama yaitu dari orang-orang yang berasal dari negeri yang telah ada sebelumnya. Jadi penyebaran penduduk dalam wilayah Alam Kerinci antara satu tempat dengan tempat lainnya masih mempunyai hubungan pertalian daerah. Mereka membuat pusat-pusat permukiman baru tidak lain untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup yang lebih layak. Pada negeri baru yang dibuat, mereka lalu membuka sawah, ladang dan mencari kehidupan dari lingkungan alam yang ada. Mereka mengumlkan hasil-hasil hutan seperti damar, rotan, mendulang dan menambang emas serta mencari batu permata, untuk kemudian menjualnya ke para pedagang. Selanjutnya para pedagang kemudian membawa ke pelabuhan-pelabuhan dagang, sehingga menyebar ke berbagai pelosok negeri.</p>
<p>Negeri-negeri baru ini dalam perjalanannya tumbuh dan berkembang menjadi negeri yang makmur dengan penduduk yang kian bertambah. Malahan negeri-negeri yang pernah ada sebelumnya menjadi tertinggal sama sekali. Pertumbuhan banyak negeri baru ini diduga kuat telah menimbulkan pengaruh yang besar terhadap kelangsungan pemerintahan Koying. Keterbatasan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan penduduk dengan wilayah yang semakin tersebar, menjadikan penguasa Koying lemah dalam pengawasan. Kerapuhan dalam menjalankan roda pemerintahan, akhirnya menyebabkan pengaruh dan kekuasaan Koying secara perlahan-lahan pada negeri-negeri baru tersebut menjadi hilang.</p>
<p>Lahirnya negeri-negeri baru di Alam Kerinci pada saat itu, tidak lain merupakan proses gerakan migrasi penduduk yang terpencar dalam berbagai kelompok kecil atau talang dan koto, lalu bersatu dalam kelompok yang lebih besar sehingga terbentuklah dusun. Dusun yang terbentuk pada masa itu dapat dikatakan sebagai dusun awal (dusun purba) yang kemudian dalam perjalan sejarah berkembang menjadi banyak dusun. Sudah barang tentu proses pertumbuhan negeri atau dusun-dusun baru ini berjalan secara bertahap dan diperkirakan berlangsung dalam kurun waktu cukup lama. Adapun dusun awal yang menjadi cikal bakal negeri-negeri yang akan berlangsung dalam pemerintahan Segindo sebagai pengganti dari pemerintahan Koying.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harimaukerinci.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harimaukerinci.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harimaukerinci.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harimaukerinci.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harimaukerinci.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harimaukerinci.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harimaukerinci.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harimaukerinci.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harimaukerinci.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harimaukerinci.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harimaukerinci.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harimaukerinci.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harimaukerinci.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harimaukerinci.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harimaukerinci.wordpress.com&amp;blog=10265692&amp;post=12&amp;subd=harimaukerinci&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harimaukerinci.wordpress.com/2009/11/04/kerajaan-koying-kerajaan-di-ranah-kerinci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee8b38696c9d949d27404bef5bc8496?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ngahrhy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepanduan</title>
		<link>http://harimaukerinci.wordpress.com/2009/11/04/kepanduan/</link>
		<comments>http://harimaukerinci.wordpress.com/2009/11/04/kepanduan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 06:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NR's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pramuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harimaukerinci.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Gerakan Kepanduan (b. Inggris: Scouting) adalah sebuah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan non-formal kepramukaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harimaukerinci.wordpress.com&amp;blog=10265692&amp;post=7&amp;subd=harimaukerinci&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gerakan <strong>Kepanduan</strong> (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">b. Inggris</a>: <em>Scouting</em>) adalah sebuah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih <a title="Fisik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisik">fisik</a>, <a title="Mental (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mental&amp;action=edit&amp;redlink=1">mental</a> dan <a title="Spiritual (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spiritual&amp;action=edit&amp;redlink=1">spiritual</a> para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan non-formal kepramukaan yang mengutamakan aktivitas praktis di lapangan. Saat ini, terdapat lebih dari 38 juta anggota kepanduan dari 217 negara dan teritori.</p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">
<h2>Daftar isi</h2>
<p>[<a id="togglelink" href="toggleToc()">sembunyikan</a>]</p>
</div>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepanduan#Sejarah">1 Sejarah</a>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepanduan#Kelahiran_Gerakan_Kepanduan">1.1 Kelahiran Gerakan Kepanduan</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepanduan#Perkembangan_Gerakan_Kepanduan">2 Perkembangan Gerakan Kepanduan</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepanduan#Keanggotaan">3 Keanggotaan</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepanduan#Gerakan_Pramuka_Indonesia">4 Gerakan Pramuka Indonesia</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepanduan#Catatan">5 Catatan</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepanduan#Lihat_pula">6 Lihat pula</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepanduan#Pranala_luar">7 Pranala luar</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>//</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Sejarah" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kepanduan&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>] Sejarah</h2>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pramuka_di_Monas_%2822-2-2007%29.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/be/Pramuka_di_Monas_%2822-2-2007%29.jpg/180px-Pramuka_di_Monas_%2822-2-2007%29.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pramuka_di_Monas_%2822-2-2007%29.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Pramuka di Monas</p>
</div>
</div>
</div>
<h4>[<a title="Sunting bagian: Kelahiran Gerakan Kepanduan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kepanduan&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>] Kelahiran Gerakan Kepanduan</h4>
<p>Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika <a title="Robert Baden-Powell" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Baden-Powell">Robert Baden-Powell</a>, seorang letnan jendral angkatan bersenjata <a title="Britania raya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Britania_raya">Britania raya</a>, dan <a title="William Alexander Smith" href="http://id.wikipedia.org/wiki/William_Alexander_Smith">William Alexander Smith</a>, pendiri <em>Boy&#8217;s Brigade</em>, mengadakan perkemahan kepanduan pertama (dikenal sebagai <em>jamboree</em>) di <a title="Kepulauan Brownsea, Inggris (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kepulauan_Brownsea,_Inggris&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kepulauan Brownsea, Inggris</a>.</p>
<p>Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota <a title="Mafeking, Afrika Selatan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mafeking,_Afrika_Selatan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mafeking, Afrika Selatan</a>, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu <a title="Militer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Militer">militer</a> mempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan Pramuka internasional.</p>
<p>Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul <em><a title="Aids to Scouting (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aids_to_Scouting&amp;action=edit&amp;redlink=1">Aids to Scouting</a></em> (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu.</p>
<p>Pada tahun 1906, <a title="Ernest Thompson Seton (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ernest_Thompson_Seton&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ernest Thompson Seton</a> mengirimkan Baden-Powell sebuah buku karyanya yang berjudul <em><a title="The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Birchbark_Roll_of_the_Woodcraft_Indians&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians</a></em>. Seton, seorang keturunan Inggris-Kanada yang tinggal di <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>, sering mengadakan pertemuan dengan Baden-Powell dan menyusun rencana tentang suatu gerakan pemuda.</p>
<p>Pertemuannya dengan Seton tersebut mendorongnya untuk menulis kembali bukunya, <em>Aids to Scouting</em>, dengan versi baru yang diberi judul <em>Boy&#8217;s Patrols</em>. Buku tersebut dimaksudkan sebagai buku petunjuk kepanduan bagi para pemuda ketika itu. Kemudian, untuk menguji ide-idenya, dia mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masyarakat selama seminggu penuh, dimulai pada tanggal 1 Agustus, di kepulauan Brownsea, Inggris. Metode organisasinya (sekarang dikenal dengan sistem patroli atau <em>patrol system</em> dalam bahasa Inggris) menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya. Sistem ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil, kemudian menunjuk salah satu diantara mereka untuk menjadi ketua kelompok tersebut.</p>
<p>Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan oleh <a title="Arthur Pearson (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arthur_Pearson&amp;action=edit&amp;redlink=1">Arthur Pearson</a> untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul <em><a title="Scouting fo Boys (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Scouting_fo_Boys&amp;action=edit&amp;redlink=1">Scouting fo Boys</a></em>, yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan (<em>Boy Scout Handbook</em>) edisi pertama.</p>
<p>Saat itu Baden-Powell mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa oraganisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi, beberapa pemuda malah membentuk sebuah organisasi baru dan meminta Baden-Powell menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih serta mengembangkan organisasi yang mereka dirikan tersebut.</p>
<p>Seiring dengan bertambahnya jumlah anggota, Baden-Powell semakin kesulitan membimbing mereka; Ia membutuhkan asisten untuk membantunya. Oleh karena itu, ia merencanakan untuk membentuk sebuah <em>Pusat Pelatihan Kepemimpinan bagi Orang Dewasa</em> (<em>Adult Leadership Training Center</em>). Pada tahun 1919, sebuah taman di dekat London dibeli sebagai lokasi pelatihan tersebut. Ia pun menulis buku baru yang berjudul <em>Aids to Scoutmastership</em> dan beberapa buku lainnya yang kemudian ia kumpulkan dan disatukan dalam buku berjudul <em>Rovering to Success for Rover Scouts</em> pada tahun 1922.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Perkembangan Gerakan Kepanduan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kepanduan&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>] Perkembangan Gerakan Kepanduan</h2>
<p>Tak lama setelah buku <em>Scouting For Boys</em> diterbitkan, Pramuka mulai dikenal di seluruh Inggris dan <a title="Irlandia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irlandia">Irlandia</a>. Gerakannya sendiri, secara perlahan tapi pasti, mulai dicoba dan diterapkan diseluruh wilayah kerajaan Inggris dan koloninya.</p>
<p>Unit kepanduan di luar wilayah kerajaan <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a> yang pertama diakui keberadaannya, dibentuk di Gilbraltar pada tahun 1908, yang kemudian diikuti oleh pembentukan unit lainnya di Malta. Kanada ialah koloni Inggris pertama yang mendapat ijin dari kerajaan Inggris untuk mendirikan gerakan kepanduan, diikuti oleh <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a>, <a title="Selandia Baru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selandia_Baru">Selandia Baru</a>, dan <a title="Afrika Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika_Selatan">Afrika Selatan</a>. <a title="Chili" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chili">Chili</a> ialah negara pertama diluar Inggris dan koloninya yang membentuk gerakan kepanduan. Parade Pramuka pertama diadakan di Crystal Palace, London pada tahun 1910. Parade tersebut menarik minat para remaja di Inggris. Tidak kurang dari 10.000 remaja putra dan putri tertarik untuk bergabung dalam kegiatan kepanduan. Pada 1910 Argentina, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, India, Meksiko, Belanda, Norwegia, Russia, Singapura, Swedia, dan Amerika Serikat tercatat telah memiliki organisasi kepramukaan.</p>
<p>Semenjak didirikan, Gerakan Pramuka yang memfokuskan program pada remaja usia 11-18 tahun telah mendapat respon yang menggembirakan, anggota bertambah dengan cepat. Kebutuhan program pun dengan sendirinya bertambah. Untuk memenuhi keinginan dan ketertarikan para generasi muda pada saat itu, gerakan pramuka menambah empat program dalam organisasinya untuk melebarkan lingkup keanggotaan gerakan pramuka. Keempat prpogram tersebut meliputi : Pendidikan Generasi Muda usia dini, Usia Remaja, pendidikan kepanduan putri, dan pendidikan kepemimpinan bagi pembina.</p>
<p>Program untuk golongan <a title="Siaga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siaga">siaga</a>, unit <a title="Satuan Karya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_Karya">Satuan Karya</a>, dan <a title="Penegak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penegak">Penegak</a>/<a title="Pandega" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pandega">pandega</a> mulai disusun pada akhir tahun 1910 di beberapa negara. Terkadang, kegiatan kegiatan tersebut hanya berawal di tingkat lokal/ ranting yang dikelola dalam skala kecil, baru kemudian diakui dan diadopsi oleh kwartir nasional. Kasus serupa terjadi pada pendirian golongan siaga di Amerika Serikat, yang program golongan siaganya telah dimulai sejak 1911 di tingkat ranting namun belum mendapatkan pengakuan hingga 1930.</p>
<p>Sejak awal didirikannya gerakan kepanduan, para remaja putri telah mengisyaratkan besarnya minat mereka untuk bergabung. Untuk mengakomodasi minat tersebut, Agnes Baden Powell —adik dari bapak kepanduan sedunia, Robert Baden Powell,— pada tahun 1910 ditunjuk menjadi presiden organiasi kepanduan putri pertama di dunia. Agnes pada awalnya menamakan organisasi tersebut <em>Rosebud</em>, yang kemudian berganti menjadi <em>Brownies</em> (<em>Girl Guide</em>) pada 1914. Agnes mundur dari kursi presiden pada tahun 1917 dan digantikan oleh Olive Baden Powell, istri dari Lord Baden-Powell. Agnes tetap menjabat sebagai wakil presiden hingga ia meninggal pada usia 86 tahun. Pada waktu tersebut, kepanduan putri telah diposisikan sebagai unit terpisah dari kepanduan pria, hal tersebut dilakukan menimbang norma sosial yang berlaku saat tersebut. Pada era 90-an, Banyak organisasi kepanduan di dunia yang saling bekerjasama antara unit putra dan putri untuk memberikan pendidikan kepanduan.</p>
<p>Program awal bagi pendidikan pembina diadakan di London pada tahun 1910, dan di <a title="Yorkshire (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yorkshire&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yorkshire</a> pada tahun 1911. Namun, Baden Powell menginginkan pendidikan tersebut dapat dipraktekkan semaksimal mungkin. Hal tersebut berarti bahwa dalam setiap pendidikan diperlukan praktek lapangan semisal berkemah. Hal ini membimbing pembentukan kursus <a title="Woodbadge (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Woodbadge&amp;action=edit&amp;redlink=1">Woodbadge</a>. Akibat <a title="Perang Dunia I" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_I">Perang Dunia I</a>, pendidikan <em>woodbadge</em> bagi para pembina tertunda hingga tahun 1919. Pada tahun tersebut, diadakan kursus <em>woodbadge</em> pertama di Gilwell Park. Pada saat ini, pendidikan bagi pembina telah beragam dan memiliki cakupan yang luas. Beberapa pendidikan yang cukup terkenal bagi pembina, seperti Pendidikan dasar, Pendidikan spesifik golongan, hingga kursus Woodbadge.</p>
<h2>[<a title="Sunting bagian: Keanggotaan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kepanduan&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>] Keanggotaan</h2>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Srtw1977.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/cc/Srtw1977.jpg/200px-Srtw1977.jpg" alt="" width="200" height="264" /></a>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Srtw1977.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p><em>Scouting &#8217;round the world</em>, 1977 edition</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Sampai tahun 2005, terdapat lebih dari 28 juta anggota terdaftar kepanduan putra dan 10 juta anggota terdaftar kepanduan putri di seluruh dunia dari 216 negara dan teritori berbeda.</p>
<p><em>Daftar 20 besar negara-negara dengan jumlah anggota pramuka terbesar</em>:</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2"><strong>Negara</strong></td>
<td rowspan="2"><strong>Keanggotaan</strong> <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepanduan#cite_note-0">[1]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepanduan#cite_note-1">[2]</a></sup></td>
<td colspan="2" align="center"><strong>Tahun Berdiri</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Kepanduan Putra</strong></td>
<td><strong>Kepanduan Putri</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a></td>
<td align="right">9,500,000</td>
<td align="center">1910</td>
<td align="center">1912</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a></td>
<td align="right">8,100,000</td>
<td align="center">1912</td>
<td align="center">1912</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a></td>
<td align="right">3,700,000</td>
<td align="center">1909</td>
<td align="center">1911</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Filipina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filipina">Filipina</a></td>
<td align="right">2,600,000</td>
<td align="center">1910</td>
<td align="center">1918</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Thailand" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thailand">Thailand</a></td>
<td align="right">1,400,000</td>
<td align="center">1911</td>
<td align="center">1957</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Britania Raya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Britania_Raya">Britania Raya</a></td>
<td align="right">1,000,000</td>
<td align="center">1907</td>
<td align="center">1909</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Bangladesh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangladesh">Bangladesh</a></td>
<td align="right">950,000</td>
<td align="center">1920</td>
<td align="center">1928</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Pakistan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakistan">Pakistan</a></td>
<td align="right">570,000</td>
<td align="center">1909</td>
<td align="center">1911</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Kenya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kenya">Kenya</a></td>
<td align="right">420,000</td>
<td align="center">1910</td>
<td align="center">1920</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Korea" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korea">Korea</a></td>
<td align="right">280,000</td>
<td align="center">1922</td>
<td align="center">1946</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Kanada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanada">Kanada</a></td>
<td align="right">260,000</td>
<td align="center">1908</td>
<td align="center">1910</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a></td>
<td align="right">260,000</td>
<td align="center">1910</td>
<td align="center">1912</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a></td>
<td align="right">240,000</td>
<td align="center">1913</td>
<td align="center">1919</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Italia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Italia">Italia</a></td>
<td align="right">210,000</td>
<td align="center">1912</td>
<td align="center">1912</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Nigeria" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nigeria">Nigeria</a></td>
<td align="right">160,000</td>
<td align="center">1915</td>
<td align="center">1919</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Polandia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polandia">Polandia</a></td>
<td align="right">160,000</td>
<td align="center">1910</td>
<td align="center">1910</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Prancis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prancis">Prancis</a></td>
<td align="right">150,000</td>
<td align="center">1910</td>
<td align="center">1911</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Belgia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belgia">Belgia</a></td>
<td align="right">150,000</td>
<td align="center">1911</td>
<td align="center">1915</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Hong Kong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hong_Kong">Hong Kong</a></td>
<td align="right">150,000</td>
<td align="center">1914</td>
<td align="center">1916</td>
</tr>
<tr>
<td><a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a></td>
<td align="right">140,000</td>
<td align="center">1911</td>
<td align="center"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harimaukerinci.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harimaukerinci.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harimaukerinci.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harimaukerinci.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harimaukerinci.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harimaukerinci.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harimaukerinci.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harimaukerinci.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harimaukerinci.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harimaukerinci.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harimaukerinci.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harimaukerinci.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harimaukerinci.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harimaukerinci.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harimaukerinci.wordpress.com&amp;blog=10265692&amp;post=7&amp;subd=harimaukerinci&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harimaukerinci.wordpress.com/2009/11/04/kepanduan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee8b38696c9d949d27404bef5bc8496?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ngahrhy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/be/Pramuka_di_Monas_%2822-2-2007%29.jpg/180px-Pramuka_di_Monas_%2822-2-2007%29.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/cc/Srtw1977.jpg/200px-Srtw1977.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bung Tomo</title>
		<link>http://harimaukerinci.wordpress.com/2009/11/04/bung-tomo/</link>
		<comments>http://harimaukerinci.wordpress.com/2009/11/04/bung-tomo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 05:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>NR's</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pramuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harimaukerinci.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Sutomo (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 – meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun) lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harimaukerinci.wordpress.com&amp;blog=10265692&amp;post=4&amp;subd=harimaukerinci&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sutomo</strong> (lahir di <a title="Surabaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya">Surabaya</a>, <a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a>, <a title="3 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/3_Oktober">3 Oktober</a> <a title="1920" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1920">1920</a> – meninggal di <a title="Padang Arafah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang_Arafah">Padang Arafah</a>, <a title="Arab Saudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi">Arab Saudi</a>, <a title="7 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_Oktober">7 Oktober</a> <a title="1981" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1981">1981</a> pada umur 61 tahun) lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai <strong>Bung Tomo</strong>, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara <a title="NICA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/NICA">NICA</a>, yang berakhir dengan pertempuran <a title="10 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/10_November">10 November</a> <a title="1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a> yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.</p>
<p>Sutomo dilahirkan di <a title="Kampung Blauran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kampung_Blauran&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kampung Blauran</a>, di pusat kota <a title="Surabaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya">Surabaya</a>. Ayahnya bernama <a title="Kartawan Tjiptowidjojo (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kartawan_Tjiptowidjojo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kartawan Tjiptowidjojo</a>, seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda. Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat <a title="Pangeran Diponegoro" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangeran_Diponegoro">Pangeran Diponegoro</a> yang dikebumikan di <a title="Malang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malang">Malang</a>. Ibunya berdarah campuran <a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah">Jawa Tengah</a>, <a title="Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda">Sunda</a>, dan <a title="Madura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madura">Madura</a>. Ayahnya adalah seorang serba bisa. Ia pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja, dan pernah pula menjadi anggota <a title="Sarekat Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sarekat_Islam">Sarekat Islam</a>, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit <a title="Singer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Singer&amp;action=edit&amp;redlink=1">Singe</a></p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">[</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>//</p>
<h2>Masa muda</h2>
<p>Sutomo dibesarkan di rumah yang sangat menghargai pendidikan. Ia berbicara dengan terus terang dan penuh semangat. Ia suka bekerja keras untuk memperbaiki keadaan. Pada usia 12 tahun, ketika ia terpaksa meninggalkan pendidikannya di <a title="MULO" href="http://id.wikipedia.org/wiki/MULO">MULO</a>, Sutomo melakukan berbagai pekerjaan kecil-kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda dunia saat itu. Belakangan ia menyelesaikan pendidikan <a title="HBS" href="http://id.wikipedia.org/wiki/HBS">HBS</a>-nya lewat korespondensi, namun tidak pernah resmi lulus.</p>
<p>Sutomo kemudian bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Belakangan Sutomo menegaskan bahwa filsafat kepanduan, ditambah dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan dari kakeknya, merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya. Pada usia 17 tahun, ia menjadi terkenal ketika berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Sebelum pendudukan <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> pada <a title="1942" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1942">1942</a>, peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia.</p>
<h2>Perjuangan</h2>
<p>Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudian ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ketika ia terpilih pada <a title="1944" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1944">1944</a> untuk menjadi anggota <a title="Gerakan Rakyat Baru (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerakan_Rakyat_Baru&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gerakan Rakyat Baru</a> yang disponsori Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting, ketika pada Oktober dan November 1945, ia berusaha membangkitkan semangat rakyat sementara Surabaya diserang habis-habisan oleh tentara-tentara <a title="NICA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/NICA">NICA</a>. Sutomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan emosi, &#8220;Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!&#8221;</p>
<p>Meskipun Indonesia kalah dalam pertempuran 10 November itu, kejadian ini tetap dicatat sebagai salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Indonesia. Setelah kemerdekaan</p>
<p>Setelah kemerdekaan Indonesia, Sutomo sempat terjun dalam dunia politik pada tahun 1950-an, namun ia tidak merasa bahagia dan kemudian menghilang dari panggung politik. Pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal pemerintahan Suharto yang mula-mula didukungnya, Sutomo kembali muncul sebagai tokoh nasional.</p>
<p>Padahal, berbagai jabatan kenegaraan penting pernah disandang Bung Tomo. Ia pernah menjabat Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956 di era Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Bung Tomo juga tercatat sebagai anggota DPR pada 1956-1959 yang mewakili Partai Rakyat Indonesia.</p>
<p>Namun pada awal 1970-an, ia kembali berbeda pendapat dengan pemerintahan Orde Baru. Ia berbicara dengan keras terhadap program-program Suharto sehinga pada <a title="11 April" href="http://id.wikipedia.org/wiki/11_April">11 April</a> <a title="1978" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1978">1978</a> ia ditahan oleh pemerintah Indonesia yang tampaknya khawatir akan kritik-kritiknya yang keras. Baru setahun kemudian ia dilepaskan oleh Suharto. Meskipun semangatnya tidak hancur di dalam penjara, Sutomo tampaknya tidak lagi berminat untuk bersikap vokal.</p>
<p>Ia masih tetap berminat terhadap masalah-masalah politik, namun ia tidak pernah mengangkat-angkat peranannya di dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ia sangat dekat dengan keluarga dan anak-anaknya, dan ia berusaha keras agar kelima anaknya berhasil dalam pendidikannya.</p>
<p>Sutomo sangat bersungguh-sungguh dalam kehidupan imannya, namun tidak menganggap dirinya sebagai seorang Muslim saleh, ataupun calon pembaharu dalam agama. Pada <a title="7 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_Oktober">7 Oktober</a> <a title="1981" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1981">1981</a> ia meninggal dunia di <a title="Padang Arafah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang_Arafah">Padang Arafah</a>, ketika sedang menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah ke tanah suci, jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air dan dimakamkan bukan di sebuah Taman Makam Pahlawan, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya.</p>
<h2>Gelar Pahlawan Nasional</h2>
<p>Gelar pahlawan nasional akhirnya diberikan ke Bung Tomo bertepatan pada peringatan <a title="Hari Pahlawan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hari_Pahlawan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hari Pahlawan</a> tanggal <a title="10 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/10_November">10 November</a> <a title="2008" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2008">2008</a>. Keputusan ini disampaikan oleh <a title="Menteri Komunikasi dan Informatika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Menteri_Komunikasi_dan_Informatika">Menteri Komunikasi dan Informatika</a> <a title="Kabinet Indonesia Bersatu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabinet_Indonesia_Bersatu">Kabinet Indonesia Bersatu</a>, <a title="Muhammad Nuh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Nuh">Muhammad Nuh</a> pada tanggal <a title="2 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2_November">2 November</a> 2008 di Jakarta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harimaukerinci.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harimaukerinci.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harimaukerinci.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harimaukerinci.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harimaukerinci.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harimaukerinci.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harimaukerinci.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harimaukerinci.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harimaukerinci.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harimaukerinci.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harimaukerinci.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harimaukerinci.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harimaukerinci.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harimaukerinci.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harimaukerinci.wordpress.com&amp;blog=10265692&amp;post=4&amp;subd=harimaukerinci&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harimaukerinci.wordpress.com/2009/11/04/bung-tomo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee8b38696c9d949d27404bef5bc8496?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ngahrhy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
